<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Komputer &#187; Tips Windows XP</title>
	<atom:link href="http://www.mypc-spot.com/category/tips-windows-xp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mypc-spot.com</link>
	<description>Artikel Komputer Terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 13:02:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.4</generator>
		<item>
		<title>Menambahkan Menu Uninstall Pada Konteks Menu Windows</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2011/07/menambahkan-menu-uninstall-pada-konteks-menu-windows.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2011/07/menambahkan-menu-uninstall-pada-konteks-menu-windows.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 23:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Add/Remove Program]]></category>
		<category><![CDATA[Menu Uninstaller]]></category>
		<category><![CDATA[Uninstall Program]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=2883</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Anda tidak cukup puas atau tidak suka dengan sebuah software, Anda terkadang akan melakukan uninstall//menghapus program tersebut dari system Windows. Untuk melakukan unistall program di Windows 7 atau Vista biasanya Anda akan mengakses Control Panel » Programs and Features (Add/Remove Programs ada Windows XP). Kemudian memilih program yang akan di-uninstall dan klik tombol uninstall. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Anda tidak cukup puas atau tidak suka dengan sebuah software, Anda terkadang akan melakukan <a title="Menghilangkan Program dari Daftar Add/Remove Programs" href="http://www.mypc-spot.com/2009/09/menghilangkan-program-dari-daftar.html" target="_blank">uninstall//menghapus program</a> tersebut dari system Windows. Untuk melakukan unistall program di Windows 7 atau Vista biasanya Anda akan mengakses Control Panel » Programs and Features (Add/Remove Programs ada Windows XP). Kemudian memilih program yang akan di-uninstall dan klik tombol uninstall. Jika Anda merasa langkah-langkah uninstall program tersebut cukup panjang dan ingin mempersingkatnya, ada sebuah cara untuk melakukankkannya. Anda bisa menggunakan sebuah program yang bernama <strong>Menu Uninstaller</strong>.<span id="more-2883"></span></p>
<p>Menu Uninstaller adalah program yang akan menambahkan menu <strong>Uninstall</strong> ketika Anda melakukan klik kanan pada setiap shortcut program, baik shortcut yang berada di desktop, Start Menu, Quick Launch ataupun di lokasi manapun di Windows Explorer. Hal ini tentu saja akan memudahkan dan mempersingkat langkah dalam melakukan uninstall sebuah program.</p>
<p><strong>Cara Menggunakan Menu Uninstaller</strong><br />
Cara menggunakan Menu Uninstaller cukup mudah. Dengan hanya beberapa langkah saja, Anda sudah melakukan uninstall terhadap sebuah program. Berikut langkah-langkahnya:</p>
<ol>
<li>Klik kanan pada shortcut sebuah program yang akan di-uninstall, lalu pilih <strong>Uninstall</strong></li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2011/07/Menu-Uninstaller.gif" alt="Menu Uninstaller" title="Menu Uninstaller" width="275" height="275" class="aligncenter size-full wp-image-2888" /></p>
<li>Selanjutnya akan muncul jendela konfirmasi proses uninstall dari Menu Uninstaller. Klik tombol <strong>YES</strong> pada jendela tersebut.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2011/07/Uninstall-Confirmation.gif" alt="Uninstall Confirmation" title="Uninstall Confirmation" width="400" height="115" class="aligncenter size-full wp-image-2889" /></p>
<li>Kemudian, Mune Uninstaller akan mencari file uninstaller dari program yang akan dihapus.</li>
<li>Jika file Unistaller tersebut di temukan, maka akan muncul jendela konfirmasi lagi. Klik YES pada jendela tersebut. Maka proses uninstall akan dimulai. Tunggu hingga proses tersebut selesai.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2011/07/Uninstall-Confirmation-2.gif" alt="Uninstall Confirmation" title="Uninstall Confirmation" width="400" height="141" class="aligncenter size-full wp-image-2890" /></p>
<li>Kini program telah dihapus dari komputer Anda.</li>
</ol>
<p>Cukup mudah bukan? Jika Anda tertarik untuk menggunakan Menu Uninstaller pada system Windows Anda untuk <a href="http://www.mypc-spot.com/2011/07/menambahkan-menu-uninstall-pada-konteks-menu-windows.html" title="mempersingkat langkah-langkah uninstall program">mempersingkat langkah-langkah uninstall program</a>, silahkan download Menu Uninstaller melalui link dibawah ini.</p>
<p><a href="http://www.softpedia.com/progDownload/Menu-Uninstaller-Download-188034.html" title="Download Menu Uninstaller" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Download Menu Uninstaller</strong></a> via Softpedia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2011/07/menambahkan-menu-uninstall-pada-konteks-menu-windows.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Bootable ISO/CD Setup Windows XP dengan NLite</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/10/membuat-bootable-isocd-setup-windows-xp-dengan-nlite.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/10/membuat-bootable-isocd-setup-windows-xp-dengan-nlite.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 23:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Bootable CD Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[NLite]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=2309</guid>
		<description><![CDATA[Cara membuat bootable ISO atau CD Setup Windows XP ini merupakan seri terakhir dari tutorial NLite, setelah beberapa kali saya bahas tutorial NLite yang terdahulu yaitu Mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP, Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP, Mengintegrasikan Driver ke Setup Windows XP dan Cara Membuat Unattended Setup Windows XP. Anda dapat melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara membuat bootable ISO atau CD Setup Windows XP ini merupakan seri terakhir dari tutorial NLite, setelah beberapa kali saya bahas tutorial NLite yang terdahulu yaitu <a title="Mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP dengan Nlite" href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-hotfix-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" target="_blank">Mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP</a>, <a title="Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP dengan NLite" href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-service-pack-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" target="_blank">Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP</a>, <a title="Mengintegrasikan Driver ke Setup Windows XP dengan NLite" href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-driver-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" target="_blank">Mengintegrasikan Driver ke Setup Windows XP</a> dan <a title="Cara Membuat Unattended Setup Windows XP dengan NLite" href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/cara-membuat-unattended-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" target="_blank">Cara Membuat Unattended Setup Windows XP</a>. Anda dapat melakukan kelima tutorial tadi serta tutorial ini dalam waktu yang bersamaan dengan menandai semua opsi yang diperlukan pada jendela <em>Task Selection</em>.<span id="more-2309"></span></p>
<p>Untuk membuat Bootable ISO atau CD Setup Windows ini, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan. Bagi Anda yang ingin langsung membuat CD/DVD, Anda perlu mempersiapkan sebuah CD/DVD Burner dan sebuah CD/DVD Blank (kosong). Sedangkan Anda yang hanya ingin membuat ISO (image) maka Anda hanya perlu menyiapkan ruang kosong di harddisk kurang lebih 1 GB.</p>
<p>Jika semuanya sudah siap, ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat bootable ISO atau CD Setup Windows XP dengan Nliet:</p>
<ol>
<li>Buka NLite. Pada jendela pertama klik <em>Next</em>.</li>
<li>Di jendela kedua, klik tombol <em>Browse</em> untuk menentukan lokasi folder Setup Windows XP.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2221" style="border: 1px solid #bbbbbb;" title="Browse Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Browse-Setup-Windows-XP.gif" alt="Browse Setup Windows XP" width="400" height="67" /></p>
<li>Selanjutnya, di jendela <em>Browse For Folder</em>, pilih folder setup Windows XP yang sudah di copy ke harddisk. Jika Anda telah melakukan tutorial sebelumnya, Anda bisa menggunakan setup tersebut. Tunggu hingga proses scanning yang dilakukan NLite selesai. Klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2222" title="Pilih Folder Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Folder-Windows-XP.gif" alt="Pilih Folder Setup Windows XP" width="300" height="296" /></p>
<li>Selanjutnya akan muncul jendela <em>Import Preset</em>. Di jendela ini Anda bisa mengimport sesi yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Lewati saja langkah ini dengan mengklik <em>Next</em>.</li>
<li>Berikutnya, pilih opsi <em>Bootable ISO</em> dan klik <em>Next</em>.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/10/Pilih-Opsi-Bootable-ISO.gif" alt="Pilih Opsi Bootable ISO" title="Pilih Opsi Bootable ISO" width="263" height="278" class="aligncenter size-full wp-image-2312" /></p>
<li>Pada jendela selanjutnya, ada 2 (dua) opsi yang bisa Anda pilih yaitu membuat bootable ISO atau langsung membakarnya ke CD/DVD.
<ul>
<li>Bagi Anda yang ingin membuat bootable ISO, pilih <em>Create Image</em> pada opsi <em>Mode</em>. Kemudian klik tombol <em>Make ISO</em>.
<div id="attachment_2313" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/10/Bootable-ISO.gif"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/10/Bootable-ISO-300x145.gif" alt="Bootable ISO" title="Bootable ISO" width="300" height="145" class="size-medium wp-image-2313" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<p>Selanjutnya, tentukan lokasi tempat menyimpan file ISO pada jendela <em>Select where to save the ISO</em> dan berikan nama yang sesuai dengan keinginan Anda.</p>
<div id="attachment_2314" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/10/Pilih-Lokasi-ISO.gif"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/10/Pilih-Lokasi-ISO-300x210.gif" alt="Pilih Lokasi ISO" title="Pilih Lokasi ISO" width="300" height="210" class="size-medium wp-image-2314" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<p>Proses pembuatan ISO akan segera berjalan dan tunggu hingga proses tersebut selesai.</li>
<li>Sedangkan Anda yang ingin langsung membakarnya ke CD/DVD atau membuat bootable CD/DVD, masukkan terlebih dahulu CD blank yang sudah Anda siapkan. Kemudian pada jendela Nlite, pilih <em>Direct Burn</em> pada opsi <em>Mode</em>. Pilih drive CD/DVD burner yang akan dipakai pada opsi <em>Device</em>. Tentukan kecepatan burning pada <em>Burn Speed</em>. Teakhir klik tombol <em>Burn</em> untuk memulai proses pembakaran CD/DVD. Tunggu hingga proses selesai.</li>
<p><div id="attachment_2315" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/10/Direct-Burn.gif"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/10/Direct-Burn-300x144.gif" alt="Direct Burn" title="Direct Burn" width="300" height="144" class="size-medium wp-image-2315" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
</ul>
</li>
<li>Apabila proses pembuatan ISO atau proses pembakaran CD selesai, klik tombol Next. Terakhir klik tombol Finish.</li>
</ol>
<p>Langkah-langkah pembuatan Bootable ISO/CD Setup Windows XP dengan NLite telah selesai. Kini Anda telah mempunyai CD Setup Windows XP yang sudah terintegrasi dengan driver, hotfix, service pack dan unattended setup. Bagi Anda yang membuat file ISO, Anda bisa membakar file ISO tersebut ke CD/DVD dengan software burner seperti Nero atau <a title="Ashampo Burning Studio" href="http://www.mypc-spot.com/2010/08/download-gratis-ashamphoo-burning-studio-2010-advanced.html" target="_blank">Ashampo Burning Studio</a>. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/10/membuat-bootable-isocd-setup-windows-xp-dengan-nlite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Unattended Setup Windows XP dengan NLite</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/09/cara-membuat-unattended-setup-windows-xp-dengan-nlite.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/09/cara-membuat-unattended-setup-windows-xp-dengan-nlite.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 22:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Custom Setup Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[NLite]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=2274</guid>
		<description><![CDATA[Setelah 3 artikel sebelumnya yaitu Mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP dengan Nlite, Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP dengan NLite dan Mengintegrasikan Driver ke Setup Windows XP dengan NLite, seri NLite kini telah mencapai seri ke-4 (empat). Pada seri keempat ini saya akan mengajak Anda untuk membuat Unattended Setup Windows XP, tentunya masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah 3 artikel sebelumnya yaitu <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-hotfix-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" title="Mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP dengan Nlite" target="_blank">Mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP dengan Nlite</a>, <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-service-pack-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" title="Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP dengan NLite" target="_blank">Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP dengan NLite</a> dan <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-driver-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" title="Mengintegrasikan Driver ke Setup Windows XP dengan NLite" target="_blank">Mengintegrasikan Driver ke Setup Windows XP dengan NLite</a>, seri NLite kini telah mencapai seri ke-4 (empat). Pada seri keempat ini saya akan mengajak Anda untuk membuat <strong>Unattended Setup Windows XP</strong>, tentunya masih menggunakan NLite.<span id="more-2274"></span></p>
<p>Dengan membuat unattended setup Windows XP, Anda tidak perlu lagi menunggui instalasi Windows XP untuk menjawab beberapa pertanyaan yang muncul pada <em>setup wizard</em>. Jadi ketika setup sudah berjalan, Anda bisa meninggalkannya dan kembali lagi ke komputer setelah proses instalasi selesai.</p>
<p>Cara membuat unattended setup Windows XP ini, hampir sama dengan tutuorial NLIte sebelumnya. Jadi bagi Anda yang sudah mengikutinya dari awal, mungkin bisa melewatkan beberapa langkah awal. Untuk lebih jelasanya berikut tutorial cara membuat unattended setup Windows XP dengan NLite:</p>
<ol>
<li>Seperti biasa, pertama copy terlebih dahulu setup Windows XP ke dalam sebuah folder pada harddisk. Apabila Anda sudah melakukan beberapa tutorial NLite sebelumnya, langkah ini bisa Anda lewati.</li>
<li>Buka program NLite dan pada jendela pertama klik <em>Next</em>.</li>
<li>Berikutnya klik tombol <em>Browse</em> untuk menentukan lokasi folder Setup Windows XP.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2221" style="border: 1px solid #bbbbbb;" title="Browse Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Browse-Setup-Windows-XP.gif" alt="Browse Setup Windows XP" width="400" height="67" /></p>
<li>Selanjutnya, di jendela <em>Browse For Folder</em>, pilih folder setup Windows XP yang sudah di copy ke harddisk. Jika Anda telah melakukan tutorial sebelumnya, Anda bisa menggunakan setup tersebut. Tunggu hingga proses scanning yang dilakukan NLite selesai. Klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2222" title="Pilih Folder Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Folder-Windows-XP.gif" alt="Pilih Folder Setup Windows XP" width="300" height="296" /></p>
<li>Pada jendela Import Preset, lewati saja langkah ini dengan mengklik <em>Next</em>.</li>
<li>Kemudian, pilih <em>Unattended Setup</em> pada jendela berikutnya dan klik <em>Next</em>.</li>
<li>Selanjutnya, Anda akan masuk ke tahap pengisian opsi unattended. Pada jendela ini, Anda mesti melengkapi beberapa input yang nantinya merupakan jawaban atas pertanyaan yang biasanya muncul pada proses instalasi Windows XP. Berikut beberapa hal penting yang harus lengkapi agar proses instalasi Windows XP nantinya berjalan lancar:
<ul>
<li>Pertama klik tab <em>General</em>. Pada tab ini, pilih <em>Hide Pages</em> pada opsi <em>unattended mode</em>. Kemudian isi product key Windows XP pada input <em>Product Key</em>. Jangan samapai salah dalam memasukkan product key. Jika salah, setup Windows XP bisa saja gagal.</li>
<div id="attachment_2277" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-General.gif" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-2277" title="Unattended General" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-General-300x186.gif" alt="Unattended General" width="300" height="186" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<li>Setelah selesai mengisi input pada tab General, klik tab <em>Users</em>. Pada tab ini Anda bisa membuat user account yang nantinya akan Anda gunakan untuk login ke Windows. Untuk itu klik tombol <em>Add</em>. Masukkan Username yang Anda inginkan pada input <em>Username</em>, password pada input <em>Password</em>. Input password ini bersifat opsional. Anda bisa memberikan password dan bisa juga tidak dengan menandai opsi <em>Blank Password</em>.<br />
<div id="attachment_2280" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-User.gif" target="_blank"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-User-300x184.gif" alt="Unattended User" title="Unattended User" width="300" height="184" class="size-medium wp-image-2280" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div><br />
Tak lupa pilih tipe account Anda, apakan Administrator atau bukan dengan memilihnya pada opsi <em>Local Group</em>. Kemudian klik tombol <em>Add</em>. Jika Anda ingin agar account Anda tersebut login otomatis ketika selesai menginstall Windows, pilih username Anda pada opsi Autologon.</li>
<li>Apabila semua input yang diperlukan pada tab Users sudah selesai Anda isi, klik tab <em>Owner and Network ID</em>. Masukkan nama komputer pada Computer Name, nama workgroup pada Workgroup (opsional. Jika nantinya Anda terhubung ke sebuah jaringan LAN, masukkan nama Workgroup LAN tersebut), nama organisasi pada Organization (opsional).</li>
<div id="attachment_2281" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-Owner.gif" target="_blank"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-Owner-300x184.gif" alt="Unattended Owner" title="Unattended Owner" width="300" height="184" class="size-medium wp-image-2281" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<li>Setelah selesai pada tab <em>Owner and Network ID</em>, klik tab <em>Regional</em>. Pada tab ini lengkapi beberapa opsi yang diperlukan. Pilih bahasa yang ingin digunakan pada opsi <em>Language</em>. Di bawahnya, tandai opsi <em>Custom</em>. Kemudian pilih <em>Indonesian</em> pada <em>Localization</em>, <em>US</em> pada opsi <em>Keyboard</em>, <em>Default</em> pada <em>Location</em>, dan pilih zona waktu Anda pada <em>Timezone</em>.</li>
<div id="attachment_2282" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-Regional.gif" target="_blank"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-Regional-300x184.gif" alt="Unattended Regional" title="Unattended Regional" width="300" height="184" class="size-medium wp-image-2282" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<li>Selanjutnya yang terakhir, klik tab <em>Display</em>. Pilih kedalaman warna yang sesuai pada <em>Color Depth</em>, resolusi layar pada <em>Resolution</em>, dan Refresh Rate. Sesuaikan ketiga pengaturan tadi dengan kemampuan VGA dan monitor Anda.</li>
<p><div id="attachment_2283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-Display.gif" target="_blank"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Unattended-Display-300x184.gif" alt="Unattended Display" title="Unattended Display" width="300" height="184" class="size-medium wp-image-2283" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
</ul>
<p>Jika kelima pengaturan tadi sudah Anda lengkapi, saatnya melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu melakukan proses integrasi ke setup Windows XP. Namun, sebelumnya perlu kiranya Anda periksa kembali kelima pengaturan tadi agar memperkecil terjadinya kesalahan. Jika semuanya Anda rasa sudah beres, klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<li>Jika muncul sebuah pesan yang bertuliskan <em>Do you want start the process?</em> klik <strong>Yes</strong> untuk memulai proses.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2239" title="Dialog Start" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Dialog-Start.gif" alt="Dialog Start" height="145" width="250"></p>
<li>Proses integrasi driver akan dimulai dan tunggu hingga proses ini selesai.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2240" title="Proses Integrasi Hotfix" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Proses-Integrasi-Hotfix.gif" alt="Proses Integrasi Hotfix" height="277" width="350"></p>
<li>Jika proses telah selesai, klik <em>Next</em> dan terakhir klik <em>Finish</em>.</li>
</ol>
<p>Sekian tutorial cara membuat Unattended Setup Windows XP dengan NLite. Pada seri berikutnya, saya akan membahas cara membuat CD Bootable atau ISO dari setup Windows XP yang telah Anda kustomisasi dengan NLite melalui beberapa artikel tutorial NLite yang telah saya bahas termasuk tutorial ini. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/09/cara-membuat-unattended-setup-windows-xp-dengan-nlite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintegrasikan Driver ke Setup Windows XP dengan NLite</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-driver-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-driver-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 22:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Custom Setup Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[NLite]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=2253</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pada 2 artikel sebelumnya membahas tentang NLite yaitu cara mengintegrasikan service pack ke setup Windows XP dan menambahkan hotfix ke setup Windows XP, pada seri ketiga NLite ini saya akan memberikan tutorial cara mengintegrasikan driver ke setup Windows XP. Dengan menambahkan driver ke setup Windows XP, Anda tidak perlu lagi menginstall semua driver secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pada 2 artikel sebelumnya membahas tentang NLite yaitu <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-service-pack-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" title="cara mengintegrasikan service pack ke setup Windows XP" target="_blank">cara mengintegrasikan service pack ke setup Windows XP</a> dan <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-hotfix-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" title="menambahkan hotfix ke setup Windows XP" target="_blank">menambahkan hotfix ke setup Windows XP</a>, pada seri ketiga NLite ini saya akan memberikan tutorial cara mengintegrasikan driver ke setup Windows XP. Dengan menambahkan driver ke setup Windows XP, Anda tidak perlu lagi menginstall semua driver secara manual setelah melakukan instalasi Windows XP.<span id="more-2253"></span></p>
<p>Cara menambahkan driver ke setup Windows XP dengan NLite langkah-langkahnya hampir sama dengan 2 (dua) tutorial sebelumnya yang saya sebutkan di atas tadi. Bedanya cuma pada opsi yang mesti dipilih dan pemilihan driver. Untuk lebih jelasnya, berikut langkah-langkahnya:</p>
<ol>
<li>Buka NLite. Pada jendela pertama klik <em>Next</em>.</li>
<li>Di jendela kedua, klik tombol <em>Browse</em> untuk menentukan lokasi folder Setup Windows XP.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2221" style="border: 1px solid #bbbbbb;" title="Browse Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Browse-Setup-Windows-XP.gif" alt="Browse Setup Windows XP" width="400" height="67" /></p>
<li>Selanjutnya, di jendela <em>Browse For Folder</em>, pilih folder setup Windows XP yang sudah di copy ke harddisk. Jika Anda telah melakukan tutorial sebelumnya, Anda bisa menggunakan setup tersebut. Tunggu hingga proses scanning yang dilakukan NLite selesai. Klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2222" title="Pilih Folder Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Folder-Windows-XP.gif" alt="Pilih Folder Setup Windows XP" width="300" height="296" /></p>
<li>Selanjutnya akan muncul jendela <em>Import Preset</em>. Di jendela ini Anda bisa mengimport sesi yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Lewati saja langkah ini dengan mengklik <em>Next</em>.</li>
<li>Berikutnya, Anda diminta untuk menetukan apa saja yang ingin Anda integrasikan ke CD Setup Windows XP nantinya. Karena kemarin Anda sudah mengintegrasikan Service Pack serta Hotfix, Add-On and Update Packs, maka klik tombol <em>Driver</em>. Untuk opsi yang lain, tidak usah ditandai karena akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Kemudian klik <em>Next</em>.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2254" title="Pilih Opsi Driver" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Opsi-Driver.gif" alt="Pilih Opsi Driver" width="268" height="266" /></p>
<li>Setelah itu, pada jendela selanjutnya, <em>Insert</em> yang berada di pojok kanan bawah. Anda akan diberikan dua pilihan yaitu <em>Single Driver</em> atau <em>Multiple Drivers</em>.<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-2258" title="Insert Driver" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/insert-driver.gif" alt="Insert Driver" width="300" height="181" /></p>
<ul>
<li>Jika Anda ingin mengintegrasikan driver yang terdiri dari banyak driver lain dalam satu folder, pilih <em>Multiple Driver</em>. Contohnya, driver motherboard. Biasanya driver motheroard terdiri dari banyak driver. Seperti driver Audio, LAN Card, VGA, chipset dan lain-lain. Setelah Anda mengklik Multiple Driver, maka akan muncul jendela <em>Browse For Folder</em>.<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-2259" title="Pilih Folder Driver" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Folder-Driver.gif" alt="Pilih Folder Driver" width="300" height="294" /><br />
Pilih folder driver dan klik OK. Selanjutnya, akan muncul jendela Select Driver. Pada jendela ini, Anda bisa memilih driver yang mana saja akan disertakan. Jika Anda kurang paham driver mana yang mesti dimasukkan, pilih semua driver dan klik OK.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2260" title="Pilih Driver" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Driver.gif" alt="Pilih Driver" width="400" height="302" /></p>
<li>Sebaliknya, jika Anda hanya memilih driver yang tidak terdiri dari banyak driver, pilih <em>Single Driver</em>. Contohnya, driver Modem. Maka akan muncul sebuah jendela dan Anda diminta menentukan file .inf dari driver yang ingin dimasukkan. Pilih file .inf dari driver dan klik Open.</li>
<p><div id="attachment_2261" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-inf-Single-Driver.gif"><img class="size-medium wp-image-2261" title="Pilih inf - Single Driver" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-inf-Single-Driver-300x208.gif" alt="Pilih inf - Single Driver" width="300" height="208" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div></ul>
<p>Ulangi 2 (dua) langkah tadi untuk memasukkan driver yang lain. Jika semua driver sudah Anda masukkan, klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<li>Jika muncul sebuah pesan yang bertuliskan <em>Do you want start the process?</em> klik <strong>Yes</strong> untuk memulai proses.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2239" title="Dialog Start" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Dialog-Start.gif" alt="Dialog Start" width="250" height="145" /></p>
<li>Proses integrasi driver akan dimulai dan tunggu hingga proses ini selesai.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2240" title="Proses Integrasi Hotfix" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Proses-Integrasi-Hotfix.gif" alt="Proses Integrasi Hotfix" width="350" height="277" /></p>
<li>Jika proses telah selesai, klik <em>Next</em> dan terakhir klik <em>Finish</em>.</li>
</ol>
<p>Proses mengintegrasikan driver ke setup Windows XP dengan NLite telah selesai. Pada artikel selanjutnya, saya akan memberikan tutorial cara membuat unattended setup Windows XP dengan NLite. Semoga bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-driver-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP dengan Nlite</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-hotfix-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-hotfix-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 22:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Custom Setup Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[NLite]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=2233</guid>
		<description><![CDATA[Artikel komputer kali ini masih dengan tutorial NLite. Hari ini saya ingin membahas cara mengintegrasikan hotfix, add-on dan update ke setup Windows XP dengan Lite. Caranya hampir sama dengan cara mengintegrasikan Service Pack yang telah saya bahas kemarin. Jika Anda kebetulan belum membacanya silahkan baca artikel Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP. Untuk mengintegrasikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel komputer kali ini masih dengan tutorial NLite. Hari ini saya ingin membahas cara mengintegrasikan hotfix, add-on dan update ke setup Windows XP dengan Lite. Caranya hampir sama dengan cara mengintegrasikan Service Pack yang telah saya bahas kemarin. Jika Anda kebetulan belum membacanya silahkan baca artikel <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-service-pack-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html" title="Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP" target="_blank">Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP</a>.<span id="more-2233"></span></p>
<p>Untuk mengintegrasikan hotfix, add-on dan update ke setup Windows XP, Anda bisa menggunakan setup Windows XP yang sudah Anda copy ke harddisk dan telah anda integrasikan dengan service pack pada tutorial kemarin. Jadi, hasil akhirnya, setup Windows XP sudah berisi service pack serta hotfix, add-on serta update. Berikut langkah-langkahnya:</p>
<ol>
<li>Buka program NLite. Pada jendela pertama klik <strong>Next</strong>.</li>
<li>Pada jendela selanjutnya, klik tombol Browse untuk menentukan lokasi folder Setup Windows XP.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2221" style="border:1px solid #bbb;" title="Browse Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Browse-Setup-Windows-XP.gif" alt="Browse Setup Windows XP" width="400" height="67" /></p>
<li>Berikutnya, di jendela <em>Browse For Folder</em>, pilih folder tempat Anda mengcopy CD Setup Windows XP pada langkah pertama tadi. Tunggu hingga proses scanning yang dilakukan NLite selesai. Klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2222" title="Pilih Folder Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Folder-Windows-XP.gif" alt="Pilih Folder Setup Windows XP" width="300" height="296" /></p>
<li>Selanjutnya akan muncul jendela <em>Import Preset</em>. Di jendela ini Anda bisa mengimport sesi yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Lewati saja langkah ini dengan mengklik <em>Next</em>.</li>
<li>Di jendela selanjutnya, Anda diminta untuk menetukan apa saja yang ingin Anda integrasikan ke CD Setup Windows XP nantinya. Karena kemarin Anda sudah mengintegrasikan service pack maka hari ini cukup klik tombol <em>Hotfix, Add-On and Update Packs</em>. Untuk opsi yang lain, tidak usah ditandai karena akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Kemudian klik Next.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Opsi-Hotfix.gif" style="border:1px solid #bbb;" alt="Pilih Opsi Hotfix" title="Pilih Opsi Hotfix" width="267" height="265" class="aligncenter size-full wp-image-2237" /></p>
<li>Setelah itu, di jendela berikutnya klik tombol <em>Insert</em> yang berada di pojok kanan bawah untuk memilih file <em>Hotfix atau Add-On atau Update Packs</em> yang ingin Anda masukkan. Pada tutorial ini saya mengintegrasikan sebuah Hotfix saja pada setup. </li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Masukkan-Hotfix.gif" style="border:1px solid #bbb;" alt="Masukkan Hotfix" title="Masukkan Hotfix" width="256" height="162" class="aligncenter size-full wp-image-2238" /></p>
<li>Ulangi mengklik tombol Insert jika Anda ingin memasukkan Hotfix, Add-on atau update yang lain. Jika semuanya sudah Anda masukkan, klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<li>Selanjutnya akan muncul sebuah pesan yang bertuliskan <em>Do you want start the process?</em> klik Yes untuk memulai proses.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Dialog-Start.gif" alt="Dialog Start" title="Dialog Start" width="250" height="145" class="aligncenter size-full wp-image-2239" /></p>
<li>Proses integrasi Hotfix, Add-on dan Update akan berjalan dan tunggu hingga proses ini selesai.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Proses-Integrasi-Hotfix.gif" alt="Proses Integrasi Hotfix" title="Proses Integrasi Hotfix" width="350" height="277" class="aligncenter size-full wp-image-2240" /></p>
<li>Jika proses telah selesai, klik <em>Next</em> dan terakhir klik <em>Finish</em>.</li>
</ol>
<p>Kini Anda sudah selesai mengintegrasi hotfix, add-on dan update ke setup Windows XP Anda. Pada artikel selanjutnya, saya akan membahas cara menintegrasikan drive ke setup Windows XP. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-hotfix-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintegrasikan Service Pack ke Setup Windows XP dengan NLite</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-service-pack-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-service-pack-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2010 23:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Custom Setup Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[NLite]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=2220</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan yang lalu saya pernah memposting artikel tentang membuat custom CD/DVD Windows XP dengan Nlite. Pada artikel tersebut saya menjelaskan fungsi NLite dan cara menggunakan NLite untuk membuat setup Windows XP custom. Namun, tutorial cara menggunakan NLite hanya saya bahas garis besarnya saja, tidak secara mendetail. Hal ini menyebabkan beberapa pengunjung meminta saya memposting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa  bulan yang lalu saya pernah memposting artikel tentang membuat <a title="custom CD/DVD Windows XP dengan Nlite" href="http://www.mypc-spot.com/2010/02/membuat-custom-cddvd-instalasi-windows.html" target="_blank">custom CD/DVD Windows XP dengan Nlite</a>. Pada artikel tersebut saya menjelaskan fungsi NLite dan cara menggunakan NLite untuk membuat setup Windows XP custom. Namun, tutorial cara menggunakan NLite hanya saya bahas garis besarnya saja, tidak secara mendetail. Hal ini menyebabkan beberapa pengunjung meminta saya memposting cara membuat custom CD/DVD setup Windows XP dengan NLite secara mendetail setiap bagiannya. Nah! Jika, tutorial NLite secara keseluruhan saya posting dalam satu artikel, nanti artikelnya menjadi terlalu panjang. Oleh karena itu, maka saya tutorial cara menggunakan NLite akan saya bahas satu per satu setiap bagiannya (section).<span id="more-2220"></span></p>
<p>Untuk artikel pertama tentang NLite akan saya bahas mengenai cara mengintegrasikan service Pack (SP) ke setup Windows XP dengan menggunakan NLite. Dengan tutorial ini, Anda bisa mengintegrasikan SP 1, SP 2 maupun SP 3 ke CD setup Windows XP Anda. Berikut langkah-langkahnya:</p>
<ol>
<li>Copy CD Setup Windows XP Anda ke sebuah folder di hard disk.</li>
<li>Setelah proses copy CD Setup XP selesai, buka program NLite. Jika Anda belum mempunyainya, silahkan download di http://www.nliteos.com/download.html.</li>
<li>Pada jendela Wizard yang pertama, klik tombol <em>Next</em>.</li>
<li>Selanjutnya, klik tombol <em>Browse</em> untuk menentukan lokasi folder Setup Windows XP.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2221" title="Browse Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Browse-Setup-Windows-XP.gif" alt="Browse Setup Windows XP" width="400" height="67" /></p>
<li>Pada jendela <em>Browse For Folder</em>, pilih folder tempat Anda mengcopy CD Setup Windows XP pada langkah pertama tadi. Tunggu hingga proses scanning yang dilakukan NLite selesai. Klik <em>Next</em> untuk melanjutkan.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2222" title="Pilih Folder Setup Windows XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Folder-Windows-XP.gif" alt="Pilih Folder Setup Windows XP" width="300" height="296" /></p>
<li>Berikutnya akan muncul jendela <em>Import Preset</em>. Di jendela ini Anda bisa mengimport sesi yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Karena Anda baru pertama kali menggunakan NLite, maka Anda tidak usah mengimport sesi. Untuk itu, klik <em>Next</em> untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.</li>
<li>Di jendela selanjutnya, Anda diminta untuk menetukan apa saja yang ingin Anda integrasikan ke CD Setup Windows XP nantinya. Klik pada setiap tombol yang Anda ingin integrasikan. Karena pada artikel ini Anda akan mengintegrasikan Service Pack, maka klik tombol <em>Service Pack</em>. Untuk opsi yang lain, tidak usah ditandai karena akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Kemudian klik Next.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-Opsi-Service-Pack.gif" alt="Pilih Opsi Service Pack" title="Pilih Opsi Service Pack" width="400" height="213" class="aligncenter size-full wp-image-2223" /></p>
<li>Setelah itu, di jendela berikutnya, Anda diminta menentukan lokasi Service Pack. Klik tombol <em>Select</em> dan pilih file Service Pack yang akan di integrasikan melalui jendela <em>Select Service pack</em> yang muncul</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Tombol-Select-Service-Pack.gif" alt="Tombol Select Service Pack" title="Tombol Select Service Pack" width="450" height="51" class="aligncenter size-full wp-image-2224" /><br />
<img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Pilih-File-Service-Pack-300x223.gif" alt="Pilih File Service Pack" title="Pilih File Service Pack" width="300" height="223" class="aligncenter size-medium wp-image-2225" /></p>
<li>NLite akan melakukan proses ekstrak dan integrasi Service Pack. Tunggu hingga proses ekstrak selesai.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Proses-Ekstrak-Service-Pack-300x116.gif" alt="Proses Ekstrak Service Pack" title="Proses Ekstrak Service Pack" width="300" height="116" class="aligncenter size-medium wp-image-2227" /></p>
<li>Apabila proses tadi selesai dan klik Next untuk melajutkan.</li>
<li>Pada jendela terakhir klik Finish untuk mengakhiri.</li>
</ol>
<p>Samapi disini cara mengintegrasi Service Pack ke Setup Windows XP dengan NLite sudah selesai. Pada artikel selanjutnya, saya akan membahas cara mengintegrasikan Hotfix ke Setup Windows XP dengan Nlite. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/09/mengintegrasikan-service-pack-ke-setup-windows-xp-dengan-nlite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mempersingkat Waktu Shutdown pada Windows XP</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/09/tips-mempersingkat-waktu-shutdown-pada-windows-xp.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/09/tips-mempersingkat-waktu-shutdown-pada-windows-xp.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 00:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Shutdown Cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=2115</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel Tips Mempercepat Proses Shutdown Windows 7 saya berjanji akan memposting juga tips mempersingkat waktu shutdown Windows XP. Di Windows 7, Anda hanya melakukan perubahan pada 1 (satu) value registry saja. Sedangkan di Windows XP, Anda mesti mengubah 2 (dua) value registry. Value registry yang akan kita ubah nilainya adalah HungAppTimeout dan WaitToKillAppTimeout. HungAppTimeout [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/08/tips-mempercepat-proses-shutdown-windows-7.html" title="Tips Mempercepat Proses Shutdown Windows 7" target="_blank">Tips Mempercepat Proses Shutdown Windows 7</a> saya berjanji akan memposting juga tips mempersingkat waktu shutdown Windows XP. Di Windows 7, Anda hanya melakukan perubahan pada 1 (satu) value registry saja. Sedangkan di Windows XP, Anda mesti mengubah 2 (dua) value registry. Value registry yang akan kita ubah nilainya adalah <em>HungAppTimeout</em> dan <em>WaitToKillAppTimeout</em>. <span id="more-2115"></span></p>
<p><em>HungAppTimeout</em> dan <em>WaitToKillAppTimeout</em> fungsinya hampir sama yaitu berfungsi menentukan waktu yang dibutuhkan oleh sistem untuk menunggu sebuah process yang tidak merespon untuk berhenti (dalam satuan milidetik) ketika user melakukan log off atau shutdown. Semakin besar nilai value tersebut, maka makin lama juga waktu yang dibutuhkan sistem untuk menunggu sebuah process berhenti. Jadi, agar proses shutdown bisa dipercepat maka kedua value tersebut mesti dikurangi nilainya. Berikut langkah-langkah memperingkat proses shutdown pada Windows XP:</p>
<ol>
<li>Click <em>Start » Run</em>. Ketik <strong>regedit</strong> dan tekan Enter untuk membuka Registry Editor.</li>
<li>Pada jendela Registry Editor, buka key <strong>HKEY_CURRENT_USER//ControlPanel//Desktop</strong>.</li>
<li>Selanjutnya, disisi kanan jendela klik 2 (dua) kali value <em>HungAppTimeout</em> untuk mengubah nilainya. Secara default nilainya adalah 5000 (5 detik).</li>
<div id="attachment_2119" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/HungAppTimeout.gif" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-2119" title="HungAppTimeout" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/HungAppTimeout-300x233.gif" alt="HungAppTimeout" width="300" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<li>Pada jendela Edit String yang muncul, ubah nilainya menjadi 1000 (1 detik) dan klik OK.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2120" title="Edit String - HungAppTimeout" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Edit-String-HungAppTimeout.gif" alt="Edit String - HungAppTimeout" width="300" height="132" /></p>
<li>Masih dijendela Registry Editor dan pada key yang sama, klik 2 (dua) kali value <em>WaitToKillAppTimeout</em> di bawah key <em>HungAppTimeout</em> tadi. Secara default nilai dari key <em>WaitToKillAppTimeout</em> adalah 20000 (20 detik).</li>
<li>Di jendela Edit String, ubah nilainya menjadi 2000 (2 detik).</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2121" title="Edit String - WaitToKillAppTimeout" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/09/Edit-String-WaitToKillAppTimeout.gif" alt="Edit String - WaitToKillAppTimeout" width="300" height="132" /></p>
<li>Terakhir tutup jendela Registry Editor.</li>
</ol>
<p>Tips mempersingkat waktu shutdown pada Windows XP akan mengurangi waktu yang dibutuhkan Windows XP untuk shutdown sekitar 22 detik. Namun, perlu Anda ketahui, ada banyak faktor lain yang memperlambat proses shutdown selain aplikasi yang hung (berhenti bekerja). Semaog abermanfaat dan selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/09/tips-mempersingkat-waktu-shutdown-pada-windows-xp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Login Otomatis di Windows 7 dan Vista tanpa Memasukkan Password</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/08/login-otomatis-di-windows-7-dan-vista-tanpa-memasukkan-password.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/08/login-otomatis-di-windows-7-dan-vista-tanpa-memasukkan-password.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 23:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Login Otomatis]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=1995</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang Anda ketahui, jika Anda melindungi user account Anda dengan sebuah password maka setiap akan login ke Windows Anda mesti mengklik username dan memasukkan password user. Dari segi keamanan hal ini memang sangat perlu untuk mejaga agar orang lain tidak bisa masuk ke user account Windows Anda secara sembarangan. Namun, ketika melakukan instalasi program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang Anda ketahui, jika Anda melindungi user account Anda dengan sebuah password maka setiap akan login ke Windows Anda mesti mengklik username dan memasukkan password user. Dari segi keamanan hal ini memang sangat perlu untuk mejaga agar orang lain tidak bisa masuk ke user account Windows Anda secara sembarangan. Namun, ketika melakukan instalasi program baru atau mengubah setting, beberapa diantaranya membutuhkan restart komputer. Untuk login kembali ke Windows, Anda mesti melakukan hal yang sama lagi, yaitu mengklik username dan memasukkan password. Jika Anda bosan melakukan hal tersebut setiap hari, ada sebuah cara agar Anda tidak perlu lagi mengklik username dan memasukkan password untuk login ke Windows. Dengan kata lain, ada sebuah cara agar bisa <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/08/login-otomatis-di-windows-7-dan-vista-tanpa-memasukkan-password.html" title="login otomatis di Windows tanpa memasukkan password">login otomatis di Windows tanpa memasukkan password</a>.<span id="more-1995"></span></p>
<p>Tips ini bisa Anda gunakan pada Windows 7 dan Windows Vista. Caranya pun cukup mudah. Namun, saya ingatkan jika data pasa user account Anda merupakan data penting dan bersifat rahasia, saya sarankan jangan melakukan trik ini. Jika orang lain menggunakan komputer tersebut, makan dia akan seara otomatis login ke user account Anda tanpa perlu memasukkan password. Jika Anda yakin untuk melakukan trik ini, silahkan ikuti langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Klik <em>Start &raquo; Run</em>. Ketik <strong>netplwiz</strong> dan tekan Enter untuk membuka jendela <em>Advanced User Accounts</em></li>
<li>Jika cara tadi tidak berhasil, Anda bisa mengetik <strong>control userpasswords2</strong> pada jendela Run dan tekan Enter.</li>
<li>Pada jendela, <em>Advanced User Accounts</em>, hilangkan tanda cek (rumput) pada opsi yang bertuliskan <strong>Users must enter a user name and password to use this computer</strong>.</li>
<div id="attachment_2034" class="wp-caption aligncenter" style="width: 286px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/User-Account.gif" target="_blank"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/User-Account-276x300.gif" alt="Advanced User Account" title="Advanced User Account" width="276" height="300" class="size-medium wp-image-2034" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<li>Klik tombol OK untuk menyimpan pengaturan.</li>
<li>Setelah Anda mengklik tombol OK tadi, sebuah jendela akan muncul yang meminta Anda memasukkan password. Masukkan password yang tepat dan klik OK. Jika Anda tidak menggunakan password pada user Anda, kosongkan saja input password.</li>
<p><div id="attachment_2035" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Masukkan-Password.gif" target="_blank"><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Masukkan-Password-300x165.gif" alt="Masukkan Password" title="Masukkan Password" width="300" height="165" class="size-medium wp-image-2035" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
</ol>
<p>Semua pengaturan telah selesai. Kini ketika Anda menghidupkan atau merestart komputer, Anda bisa login secara otomatis ke Windows tanpa perlu memasukkan password.</p>
<p>Untuk mengembalikan setting seperti semula atau agar setiap Anda login harus memilih username dan memasukkan password, Anda tinggal ikuti langkah-langkah di atas. Pada jendela <em>Advanced User Accounts</em>, berikan tanda cek (rumput) kembali pada opsi <strong>Users must enter a user name and password to use this computer</strong>.</p>
<p>Sekian tips cara login otomatis di Windows 7 dan Vista tanpa perlu memasukkan password. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!</p>
<p><strong>Update (24 Agustus 2010):</strong><br />
Tips ini bisa juga digunakan pada Windows XP. Namun untuk membuka A<em>dvanced User Account</em> gunakan langkah ke-2 yaitu ketik perintah <strong>control userpasswords2</strong> pada jendela Run dan tekan Enter.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/08/login-otomatis-di-windows-7-dan-vista-tanpa-memasukkan-password.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghilangkan Kata &#8220;Shortcut&#8221; Ketika Membuat Shortcut</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/08/menghilangkan-kata-shortcut-ketika-membuat-shortcut.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/08/menghilangkan-kata-shortcut-ketika-membuat-shortcut.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 02:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Shortcut]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Explorer]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=1997</guid>
		<description><![CDATA[Untuk lebih mudah mengakses sebuah file, folder ataupun aplikasi di Windows, biasanya Anda akan membuat sebuah shortcut ke file, folder atau aplikasi tersebut. Cara membuat shoftcut, saya rasa sebagain besar atau bahkan semua pengguna komputer sudah bisa. Anda tinggal melakukan klik kanan pada file atau folder, kemudian memilih menu Create Shortcut. Biasanya shotcut ditandai icon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2002" style="margin: 5px;" title="Shortcut" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Shortcut-Icon.gif" alt="Shortcut" width="100" height="100" />Untuk lebih mudah mengakses sebuah file, folder ataupun aplikasi di Windows, biasanya Anda akan membuat sebuah shortcut ke file, folder atau aplikasi tersebut. Cara membuat shoftcut, saya rasa sebagain besar atau bahkan semua pengguna komputer sudah bisa. Anda tinggal melakukan klik kanan pada file atau folder, kemudian memilih menu <em>Create Shortcut</em>. Biasanya shotcut ditandai icon berisi tanda panah dan kata &#8220;Shotucut&#8221; dibelakangnya (Windows 7 dan Vista) atau &#8220;Shortcut to&#8221; di depannya (Windows XP). Agar kelihatan lebih rapi dan bagus biasanya saya sendiri menghapus kata &#8220;shortcut&#8221; tadi. Mungkin Anda juga melakukannya. Namun, kadang-kadang saya sedikit bosan melakukan hal ini. Setiap membuat shortcut, saya harus melakukan <em>rename</em> untuk menghilangkan kata &#8220;shortcut&#8221;. Mungkin Anda juga merasa seperti itu. Lalu bagaimana solusinya agar ketika kita membuat shortcut, Windows tidak menambahkan imbuhan kata &#8220;shortcut&#8221;?<span id="more-1997"></span></p>
<p>Ada sebuah cara menghilangkan kata &#8220;shortcut&#8221; ketika membuat shortcut secara otomatis. Trik ini bisa Anda lakukan dengan melakukan sedikit perubahan pada salah satu <em>value</em> di registry. Tidak usah khawatir. Tips ini aman untuk system Anda. Namun, saya sarankan Anda membuat sebuah backup dari value tersebut registry atau <a title="Cara membuat system restore point di WIndows 7 dan Vista" href="http://www.mypc-spot.com/2010/07/cara-membuat-system-restore-point-di-windows-7-dan-vista.html" target="_blank">membuat restore point</a> sebelum melakukan perubahan.</p>
<p>Jika Anda sudah membuat sebuah backup value registry tadi atau membuat sebuah restore point, berikut cara menghilangkan imbuhan &#8220;shortcut&#8221; ketika membuat shortcut di Windows XP, Vista dan Windows 7:</p>
<ol>
<li>Buka Registy Editor dengan mengklik <em>Start » Run</em>. Ketik &#8220;regedit&#8221; (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.</li>
<li>Pada jendela Registry Editor, buka key <strong>HKEY_CURRENT_USER\\Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer</strong>. Selanjutnya, pada jendela value editor di sisi kanan, klik dua kali value <strong>link</strong> untuk mengubah nilainya.</li>
<div id="attachment_2000" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Link-Value.gif"><img class="size-medium wp-image-2000" title="Link Value" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Link-Value-300x216.gif" alt="Link Value" width="300" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<li>Di jendela <em>Edit Binary Value</em>, ubah nilainya menjadi <strong>00 00 00 00</strong>. Kemudian klik OK untuk menyimpannya.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2001" title="Edit Binary Value" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Edit-Binary-Value.gif" alt="Edit Binary Value" width="300" height="262" /></p>
<li>Tutup jendela Registry Editor dan restart komputer.</li>
</ol>
<p>Setelah komputer restart dan Anda login kembali ke Windows, cobalah membuat sebuah shortcut dari sebuah file dengan mengklik kanan file tersebut dan pilih <em>Create Shortcut</em>. Apakah imbuhan &#8220;Shortcut&#8221; (Windows 7 dan Vista) atau awalan &#8220;Shotcut to&#8221; (Windows XP) masih muncul? Jika belum coba ulangi langkah-langkah di atas. Pastikan Anda mengubah value binary menjadi <strong>00 00 00 00</strong> seperti pada gambar.</p>
<p>Jika Anda ingin mengembalikannya seperti semula, Anda tinggal ikuti lagi langkah-langkah tadi. Namun, pada jendela Edit Binary Value ubah nilai menjadi <strong>1E 00 00 00</strong> untuk Windows 7/Vista dan <strong>16 00 00 00</strong> untuk Windows XP. Namun, jika Anda malas untuk melakukan editing registry, Anda bisa mendownload file registration entries yang sudah saya buatkan yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>RemoveShotcut-Win7.reg</strong> untuk menghilangkan kata shortcut di Windows 7 dan Vista</li>
<li><strong>RestoreShotcut-Win7.reg</strong> untuk mengembalikannya seperti semula</li>
<li><strong>RemoveShotcut-WinXP.reg</strong>untuk menghilangkan kata shortcut di Windows XP</li>
<li><strong>RestoreShotcut-WinXP.reg</strong> untuk mengembalikannya seperti semula.</li>
</ol>
<p>Keempat file tadi telah saya kemas dalam 2 file .zip dan bisa Anda download melalui link di akhir artikel.</p>
<p>Sekian cara menghilangkan kata &#8220;Shortcut&#8221; ketika membuat shortcut di Windows. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.<br />
<a title="Download File Registration Entry Windows 7 dan Vista" rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/11230450/RemoveShotcutSuffix-Win7.zip.html" target="_blank"><strong>Download File Registration Entry Windows 7 dan Vista</strong></a><br />
<a title="Download File Registration Entry Windows XP" rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/11230451/RemoveShotcutPrefix-WinXP.zip.html" target="_blank"><strong>Download File Registration Entry Windows XP</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/08/menghilangkan-kata-shortcut-ketika-membuat-shortcut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mematikan Automatic Update di Windows XP</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-automatic-update-di-windows-xp.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-automatic-update-di-windows-xp.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 23:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Automatic Update]]></category>
		<category><![CDATA[Menonaktifkan Automatic Update]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=1966</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membahas cara mematikan automatic update pada Windows 7 maupun menonaktifkan automatic update di Windows Vista, kin saatnya saya membahas cara menonaktifkan fitur automatic update pada Windows XP. Seperti pada Windows 7 dan Vista, di Windows XP Anda pun mempunyai beberapa opsi pengaturan automatic update yaitu: mengaktifkan automatic update, mengaktifkan fitur download update tanpa otomatis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah membahas <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-automatic-update-di-windows-7.html" title="cara mematikan automatic update pada Windows 7" target="_blank">cara mematikan automatic update pada Windows 7</a> maupun <a href="http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-automatic-update-di-windows-vista.html" title="cara menonaktifkan automatic update di Windows Vista" target="_blank">menonaktifkan automatic update di Windows Vista</a>, kin saatnya saya membahas cara menonaktifkan fitur automatic update pada Windows XP. Seperti pada Windows 7 dan Vista, di Windows XP Anda pun mempunyai beberapa opsi pengaturan automatic update yaitu: mengaktifkan automatic update, mengaktifkan fitur download update tanpa otomatis menginstallnya, menonaktifkan fitur dwonload dan install otomatis hanya memberikan notifikasi terhadap update saja, dan mematikan automati update secara penuh.<span id="more-1966"></span></p>
<p>Untuk lebih jelasnya mengenai cara menonaktifkan Automatic Update pada Windows XP, Anda dapat menyimak langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Buka jendela System Properties. Caranya, klik kanan icon My Computer pada desktop ataupun Windows Explorer, kemudian pilih menu Properties.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1970" title="My Computer Context Menu" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/My-Computer-Context-Menu.gif" alt="My Computer Context Menu" width="230" height="237" /></p>
<li>Pada jendela System Properties, pilih tab Automatic Updates.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1972" title="Tab Automatic Updates" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Tab-Automatic-Updates.gif" alt="Tab Automatic Updates" width="390" height="81" /></p>
<li>Selanjutnya, pilih salah satu opsi yang Anda inginkan. Opsi tersebut diantarnya:
<ul>
<li><strong>Automatic (recommended)</strong>. Pilihan ini akan mengatur Windows agar mendownload dan menginstall update secara otomatis. Dengan kata lain, jika Anda memilih opsi ini maka Automatic Update masih tetap aktif. Jadi karena tujuan kita adalah mematikan Automatic Update, maka pilih ini tidak usah Anda pilih.</li>
<li><strong>Download update for me, but let me choose when to install them</strong>. Opsi ini akan mengatur Windows agar mendownload update secara otomatis, <strong>namun tidak akan menginstallnya secara otomatis</strong>. Anda bisa saja menginstall update tersebut ataupun tidak.</li>
<li><strong>Notify me, but don&#8217;t automatically download and install them</strong>. Opsi ini akan mengatur Windows agar hanya memeriksa update, namun tidak mendownload dan menginstall update tersebut. Jadi Anda hanya akan mendapat notifikasi tentang update yang ada. Anda bisa mendownload ataupun menginstallnya sesuai dengan keinginan Anda.</li>
<li><strong>Turn off Automatic Updates</strong>. Opsi ini akan mematikan Automatic Update secara penuh. Windows tidak akan memeriksa update yang ada ataupun mendownload dan menginstall update tersebut.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1971" title="Menonaktifkan Automatic Update XP" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Menonaktifkan-Automatic-Update-XP.gif" alt="Menonaktifkan Automatic Update XP" width="350" height="361" /></ul>
</li>
<li>Terkahir, klik tombol OK atau Apply untuk menyimpan pengaturan.</li>
</ol>
<p>Sekarang Automatic Update Windows XP telah nonaktif. Jika Anda ingin mengaktifkan kembali fitur Automatic Update Windows XP Anda, lakukan langkah-langkah yang sama. Pada langkah ke-3, pilih opsi nomor 1 yaitu <strong>Automatic (recommended)</strong>.</p>
<p>Sekian cara mematikan automatic update di Windows XP. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-automatic-update-di-windows-xp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mematikan AutoPlay pada Windows XP</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-autoplay-pada-windows-xp.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-autoplay-pada-windows-xp.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 22:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[AutoPlay]]></category>
		<category><![CDATA[AutoPlay Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Mematikan AutoPlay]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=1869</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya cara mematikan fitur auto play pada Windows sebenarnya sudah pernah saya posting pada artikel tips menghindari serangan virus. Pada artikel tersebut saya juga mengungkapkan alasan kenapa fitur AutoPlay pada Windows sebaiknya di nonaktifkan. Alasannya adalah fitur ini sering dimanfaatkan para pembuat virus agar virus mereka secara otomatis berjalan ketika Anda memasang flashdisk yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya cara mematikan fitur auto play pada Windows sebenarnya sudah pernah saya posting pada artikel <a title="Tips Menghindari Serang Virus" href="http://www.mypc-spot.com/2009/05/tips-menghindari-serangan-virus.html" target="_blank">tips menghindari serangan virus</a>. Pada artikel tersebut saya juga mengungkapkan alasan kenapa fitur AutoPlay pada Windows sebaiknya di nonaktifkan. Alasannya adalah fitur ini sering dimanfaatkan para pembuat virus agar virus mereka secara otomatis berjalan ketika Anda memasang flashdisk yang sudah terinfeksi virus ke komputer. Nah, pada hari ini saya khusus memposting artikel tentang cara menonaktifkan fitur autoplay pada Windows XP. Tujuannya agar artikel yang memang khusus membahas cara mematikan AutoPlay pada Windows XP.<span id="more-1869"></span></p>
<p>Sebelum saya memberikan langkah-langkah mematikan fitur AutoPlay pada Windows XP, sebaiknya saya juga memberikan langkah-langkah mematikan AutoPlay pada Windows XP. Sekedar mengingatkan Anda dan sebagai pembanding saja. Sedangkan untuk Windows Vista, cara mematikan autoplay sama dengan di Windows 7. Berikut cara mematikan autoplay pada Windows XP:</p>
<ol>
<li>Klik Start » Run. Ketika &#8220;gpedit.msc&#8221; (tanpa tada kutip) dan tekan Enter.</li>
<li>Pada jendela Group Policy Editor, pada sisi jendela sebelh kiri (tree view) klik User Configuration » Administrative Template » System.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1874" title="Group Policy Tree" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Group-Policy-Tree.gif" alt="Group Policy Tree" width="204" height="261" /></p>
<li>Kemudian, pada sisi jendela sebelah kanan, double klik <em>Turn Off Autoplay</em> untuk membuka jendela pengaturannya.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1875" title="Group Policy Turn Off AutoPlay" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Group-Policy-Turn-Off-AutoPlay.gif" alt="Group Policy Turn Off AutoPlay" width="317" height="122" /></p>
<li>Di jendela <em>Turn off Autoplay Properties</em>, pada tab Setting tandai pilihan <em>Enable</em>. Setelah itu, pada pilihan <em>Turn off Autopaly on</em> anda bisa memilih antara <em>CD-ROM Drives</em> atau <em>All Drives</em>. Jika Anda memilih opsi <em>CD-ROM Drives</em> maka fitur AutoPlay hanya dimatikan pada CD/DVD saja. Sedangkan jika Anda memilih opsi <em>All Drives</em> maka fitur autoplay pada semua drive seperti CD/DVD dan removable drive akan dimatikan.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1876" title="Turn Off AutoPlay Properties" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/08/Turn-Off-AutoPlay-Properties.gif" alt="Turn Off AutoPlay Properties" width="350" height="394" /></p>
<li>Terakhir, klik tombol OK untuk menyimpan pengaturan dan menutup jendela Turn off Autoplay Properties.</li>
</ol>
<p>Kini fitur AutoPlay pada Windows XP Anda telah nonaktif. Ketika Anda memasukkan CD/DVD atau Removable drive seperti falshdisk ke komputer, maka jendela AutoPlay tidak akan muncul lagi.</p>
<p>Sekian tutorial cara mematikan AutoPlay pada Windows XP. Semoga bermnfaat dan selamat mencoba. Bagi Anda pengguna Windows 7 dan Vista, pada artikel selanjutnya saya kan memberikan cara mematikan AutoPlay pada Windows 7 dan Vista. Jadi jika Anda belum berlangganan artikel, silahkan berlangganan artikel melalui email atau RSS Feed dengan mengklik salah satu pilihan disebelah kanan blog ini. Dengan berlangganan artikel, setiap artikel komputer terbaru dari blog ini akan dikirm kepada Anda secara gratis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/08/cara-mematikan-autoplay-pada-windows-xp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengganti Icon Flashdisk atau Removable Drive</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/06/cara-mengganti-icon-flashdisk-atau-removable-drive.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/06/cara-mengganti-icon-flashdisk-atau-removable-drive.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 23:29:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Icon Windows]]></category>
		<category><![CDATA[Mengganti Icon Removable Drive]]></category>
		<category><![CDATA[Mengubah Icon Flashdisk]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=1251</guid>
		<description><![CDATA[Secara default, Windows akan memberikan icon yang berbeda pada file, folder, dan drive. Hal ini bertujuan agar pengguna lebih mudah mengenali dan membedakan anatar sebuah file, folder dan drive. Mungkin sebagian dari Anda sedikit bosan dengan tampilan icon dari Windows Anda. Ingin rasanya mengubah icon-icon tersebut dengan icon yang berbeda dari icondefault Windows. Cara mengganti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1256" style="padding: 0 5px 0 0;" title="Mengganti Icon Flashdisk" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/Mengganti-Icon-Flashdisk.png" alt="Mengganti Icon Flashdisk" width="52" height="52" />Secara default, Windows akan memberikan icon yang berbeda pada file, folder, dan drive. Hal ini bertujuan agar pengguna lebih mudah mengenali dan membedakan anatar sebuah file, folder dan drive. Mungkin sebagian dari Anda sedikit bosan dengan tampilan icon dari Windows Anda. Ingin rasanya mengubah icon-icon tersebut dengan icon yang berbeda dari icondefault Windows. Cara mengganti icon Windows sudah pernah saya bahas pada artikel komputer beberapa bulan yang lau. Tepatnya pada artikel <a href="http://www.mypc-spot.com/2009/10/ganti-icon-windows-dengan-icon-tweaker.html">Cara Mengganti Icon Windows dengan IconTweaker</a>. Dengan IconTweaker Anda dapat mengganti semua icon-icon Windows mulai dari file, folder, dan drive.<span id="more-1251"></span></p>
<p>Dengan IconTwekaer, Anda juga mampu mengganti icon dari sebuah flashdisk. Namun, ketika flashdisk atau removable drive tersebut dipindahkan atau di pasang pada komputer lain, icon dari flashdisk tersebut akan kembali ke icon default (sesuai dengan icon pada Windows pada komputer yang dipasang). Lalu bagaimana cara mengubah icon flashdisk agar ketika dipasang pada komputer lain (dengan os Windows), icon flashdisk tersebut tidak berubah lagi?</p>
<p>Ada sebuah trik untuk melakukannya. Trik yang akan saya gunakan adalah dengan menggunakan sebuah file autorun atau yang biasa dikenal dengan nama autorun.inf. Sebelum Anda membuat file autorun.inf ini, Anda perlu menyiapkan sebuah file icon yang akan digunakan sebagai icon dari flashdisk Anda. Biasanya file tersebut bekstensi <strong>.ico</strong>. Jika Anda sudah mempunyai sebuah file icon, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengganti icon flashdisk:</p>
<ol>
<li>Buka Notepad dengan mengklik Start » Run. Ketik &#8220;notepad&#8221; (tanpa tanda petik) dan tekan Enter.</li>
<li>Pada jendela notepad, ketik kode berikut:<br />
<blockquote><p>[autorun]<br />
icon=namafileicon.ico</p></blockquote>
<p>Sebagai contoh, file icon yang saya gunakan sebgaia icon flashdisk bernama <strong>iconUSB.ico</strong>, maka kode yang saya ketik adalah:</p>
<blockquote><p>[autorun]<br />
icon=iconUSB.ico</p></blockquote>
</li>
<li>Setalah itu, simpan dengan nama file <strong>autorun.inf</strong>. Caranya, klik menu File » Save As. Pada jendela Save As beri nama file &#8220;autorun.inf&#8221; (tanpa tanda kutip) dan pilih All Files (*.*) pada File Types. Terakhir klik save.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1254" title="Save As" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/Save-As.png" alt="Save As" width="465" height="334" /></p>
<li>Selanjutnya, letakkan file icon yang Anda gunakan pada flashdisk atau removable drive Anda.</li>
</ol>
<p>Sekarang coba cabut flashdisk Anda dan pasang kembali ke komputer. Apakah icon dari flashdisk sudah berubah?</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1255" title="Icon Flashdisk" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/Icon-Flashdisk.png" alt="Icon Flashdisk" width="263" height="136" /><br />
Jika belum coba periksa kembali kode yang Anda ketik dan pastikan file icon yang digunakan sudah berada pada flashdisk.</p>
<p>Sekian tips singkat cara mengganti icon flashdisk atau removable drive. Tips ini bekerja pada Windows XP, Vista dan Windows 7. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/06/cara-mengganti-icon-flashdisk-atau-removable-drive.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperbesar Thumbnail View pada Explorer Windows XP</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/06/memperbesar-thumbnail-view-pada-explorer-windows-xp.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/06/memperbesar-thumbnail-view-pada-explorer-windows-xp.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 23:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Thumbnail]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Explorer]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[Adanya menu view Thumbnail pada Explorer Windows XP sedikit banyak membantu kita dalam melihat preview sebuah gambar dalam ukuran kecil. Dengan adanya thumbnail view ini, Anda tidak perlu lagi membuka program image viewer seperti Microsoft Fax and Picture Viewer, ACDSee atau program lainnya untuk mempreview sebuh gambar atau wallpaper. Namun, sayangnya ukuran thumbnail pada Explorer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adanya menu view Thumbnail pada Explorer Windows XP sedikit banyak membantu kita dalam melihat preview sebuah gambar dalam ukuran kecil. Dengan adanya thumbnail view ini, Anda tidak perlu lagi membuka program image viewer seperti Microsoft Fax and Picture Viewer, ACDSee atau program lainnya untuk mempreview sebuh gambar atau wallpaper. Namun, sayangnya ukuran thumbnail pada Explorer Windows XP tidak cukup besar untuk melihat gambar yang secara jelas. Mungkin banyak pengguna yang ingin memperbesar thumbnail view pada Explorer Windows XP.<span id="more-1101"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1116" title="Thumbnail Normal" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/Thumbnail-Normal.png" alt="Thumbnail Normal" width="335" height="250" /></p>
<p>Ada sebuah cara yang bisa Anda lakukan untuk. Cara ini bisa Anda lakukan dengan menambahkan sebuah key ke dalam registry windows. Berikut langkah-langkah memperbesar thumbnail pada Explorer Windows XP:</p>
<ol>
<li>Buka Registry Editor dengan mengklik Start » Run. Ketik <code>regedit</code> dan tekan Enter.</li>
<li>Pada jendela Registry Editor, buka key:<br />
<strong>HKEY_CURRENT_USER\\Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer</strong></li>
<li>Di sisi sebelah kanan jendela, buatlah sebuah DWORD Value baru dengan mengklik kanan pada area kosong New » DWORD. Kemudian berikan nama <code>ThumbnailSize</strong>.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1115" title="New DWORD" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/New-DWORD.png" alt="New DWORD" width="246" height="148" /></p>
<li>Setelah itu, klik dua kali (double click) key <strong>ThumbnailSize</strong> untuk mengubah nilainya.</li>
<li>Pada jendela Edit Value yang muncul, pilih pada Decimal pada Base dan masukkan nilai antara 32 samapi dengan 256. Semakin besar nilainya, semakin besar pula ukuran thumbnail pada Windows Exporer nantinya.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1117" title="Edit DWORD ThumbnailSize" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/Edit-DWORD-ThumbnailSize.png" alt="Edit DWORD ThumbnailSize" width="315" height="199" /></p>
<li>Selanjutnya, buatlah sebuah DWORD Value sekali lagi dan berikan nama <strong>ThumbnailQuality</strong>. Klik dua kali juga pada key <strong>ThumbnailQuality</strong> yang baru Anda buat.</li>
<li>Pilih pada Decimal pada Base dan masukkan nilai antara 32 samapi dengan 100. Key ini berfungsi untuk menentukan kualitas Thumbnail. Semakin besar nilai yang anda tentukan, semakin bagus juga kualitas thumbnail.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1118" title="Edit DWORD ThumbnailQuality" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/Edit-DWORD-ThumbnailQuality.png" alt="Edit DWORD ThumbnailQuality" width="315" height="199" /></p>
<li>Setelah semua pengaturan selesai, tutup jendela Registry Editor.</li>
</ol>
<p>Semuanya telah selesai sampai disini. Kini Anda mempunyai thumbnail yang lebih besar dari pada sebelumnya. Apabila besar atau kualitas thumbnail belum sesuai dengan keinginan Anda, lakukan pengaturan yang sama dengan langkah-langkah diatas.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1120" title="Hasil Akhir" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/06/Hasil-Akhir.png" alt="Hasil Akhir" width="515" height="274" /><br />
Sekian tips singkat untuk memperbesar thumbnail pada Explorer Windows XP. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/06/memperbesar-thumbnail-view-pada-explorer-windows-xp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencegah User Menghapus atau Uninstall Program</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/05/mencegah-user-menghapus-atau-uninstall-program.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/05/mencegah-user-menghapus-atau-uninstall-program.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 22:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Program]]></category>
		<category><![CDATA[Blokir Uninstaller]]></category>
		<category><![CDATA[Uninstall Program]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[Jika kemarin saya membahas cara agar user tidak bisa menginstall program, pada artikel komputer hari ini saya akan berbicara mengenai cara agar user tidak bisa menghapus atau melakukan uninstall program. Memang kadang-kadang pada sebuah komputer yang digunakan oleh lebih dari satu user, dimana semua user mempunyai hak sebagai administrator, proses uninstall program bisa saja terjadi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kemarin saya membahas <a title="mencegar user menginstall program" href="http://www.mypc-spot.com/2010/05/mencegah-user-menginstall-program.html">cara agar user tidak bisa menginstall program</a>, pada artikel komputer hari ini saya akan berbicara mengenai cara agar user tidak bisa menghapus atau melakukan uninstall program. Memang kadang-kadang pada sebuah komputer yang digunakan oleh lebih dari satu user, dimana semua user mempunyai hak sebagai administrator, proses uninstall program bisa saja terjadi. Mungkin karena disebabkan faktor kesengajaan atau ketidak sengajaan. Apalagi program yang dihapus tersebut merupakan program yang sangat penting dan kebetulan installernya juga sudah tidak ada lagi. Mesti susah payah lagi untuk mendapatkan program tersebut. Lalu bagaimana cara mencegahnya?<span id="more-962"></span></p>
<p>Ada sebuah tips untuk agar program tidak bisa dihapus atau di-uninstall yaitu dengan memblokir file executable uninstaller dari program tersebut. File executable dari uninstaller biasanya bernama uninstall.exe, uninstall.msi, unwise.exe, uninst.exe dan di beberapa program lainnya bisa berbeda.<br />
<a name="uninstallerfile"></a></p>
<h4><span style="color: #0066cc;">Bagaimana cara mengetahui file uninstaller dari sebuah program?</span></h4>
<p>Ada beberapa cara untuk mengetahuinya file uninstaller sebuah program yaitu:<br />
Cara pertama adalah dengan melihatnya di folder program tersebut yang terletak di <strong>C:/Program Files/NAMA PROGRAM/</strong>(dengan asumsi Windows Anda ada di drive C:/).</p>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/file-uninstaller.png" alt="File Executable uninstaller" title="File Executable uninstaller" width="550" height="391" class="aligncenter size-full wp-image-981" /><br />
Cara kedua yaitu dengan melihatnya melalui Registry Windows yaitu pada path:</p>
<blockquote><p>HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Uninstall/NAMA PROGRAM/</p></blockquote>
<p><em>(ganti NAMA PROGRAM dengan nama program yang Anda ingin lihat uninstallernya)</em>.<br />
Kemudian pada sisi sebelah kanan lihat pada nilai value yang bernama <strong>UninstallString</strong>. Itulah lokasi dan nama file uninstallernya. Contohnya untuk program Digsby, saya lihat pada path:</p>
<blockquote><p>HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Uninstall/Digsby/</p></blockquote>
<p>Kemudian <strong>UninstallString</strong>-nya adalah <strong>C:/Program Files/Digsby/uninstall.exe</strong>. Berarti nama file uninstallernya adalah <em>Uninstall.exe</em> yang terletak di folder <em>C:/Program Files/Digsby/</em>.</p>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/uninstall-string.png" alt="Uninstall string pada Registry" title="Uninstall string pada Registry" width="550" height="410" class="aligncenter size-full wp-image-982" /><br />
Nama file uninstaller dari sebuah program telah Anda ketahui dengan dua langkah di atas tadi. Berikutnya kita lanjutkan dengan memblokir file executable uninstaller tadi agar program tersebut tidak bisa dihapus atau di-uninstall. Caranya masih sama dengan <a title="cara memblokir program di Windows" href="http://www.mypc-spot.com/2010/03/membatasi-akses-program-pada-windows_09.html">cara memblokir program di Windows</a> yang pernah saya posting sebelumnya. Berikut langkah-langkah mencegah agar user tidak bisa menghapus program atau mencegah uninstall program:</p>
<ol>
<li>Klik Start » Run. Ketik <code>gpedit.msc</code> dan tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor</li>
<li>Di jendela Group Policy Editor klik User Configuration » Administrative Templates » System.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/Group-policy-tree.png" alt="Group policy tree" title="Group policy tree" width="210" height="310" class="aligncenter size-full wp-image-983" /></p>
<li>Pada sisi sebelah kanan klik dua kali (double click) item yang bernama Don&#8217;t run specified Windows Applications.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/dont-run-specified-windows-applications.png" alt="Don&#039;t run specified windows applications" title="Don&#039;t run specified windows applications" width="481" height="75" class="aligncenter size-full wp-image-984" /></p>
<li>Di jendela Don&#8217;t run specified Windows Applications Setting yang muncul klik opsi Enabled dan klik tombol Show.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/dont-run-specified-windows-applications-properties.png" alt="Don&#039;t run specified windows applications properties" title="Don&#039;t run specified windows applications properties" width="421" height="387" class="aligncenter size-full wp-image-985" /></p>
<li>Kemudian, pada jendela Show Contents yang muncul, masukkan nama file executable installer dari program yang tidak ingin dihapus oleh user lain. Misalkan, nama program tersebut adalah Digsby seperti yang saya sebutkan di atas tadi. Nama file uninstaller adalah Uninstall.exe. Maka, ketik &#8220;uninstall.exe&#8221; pada daftar.</li>
<p><img src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/daftar-uninstaller.png" alt="Daftar uninstaller" title="Daftar uninstaller" width="450" height="299" class="aligncenter size-full wp-image-986" /></p>
<li>Jika Anda ingin memasukkan uninstaller program yang lain, lihatlah terlebih dahulu nama file uninstallernya dengan <a href="#uninstallerfile">cara melihat file uninstaller</a> di atas tadi. Jika nama filenya sama, Anda tidak usah memasukkannya lagi. Jika nama filenya tidak sama, berarti Anda mesti memasukkanya lagi.</li>
<li>Jika semua nama file uninstaller sudah Anda masukkan, klik tombol OK untuk menyimpan. Kemudian klik tombol OK juga pada jendela Don&#8217;t run specified Windows Applications Setting sebelumnya dan tutup Group Policy Editor.</li>
</ol>
<p>Semuanya telah selesai sampai disini. Sekarang coba lakukan uninstall pada sebuah program yang Anda telah masukkan dalam daftar tadi. Apakah proses uninstall bisa dilakukan? Jika tidak berarti semuanya berhasil. Jika tidak, coba periksa apakah nama file uninstaller sudah Anda ketik dengan tepat.</p>
<p>Sekian tips agar user tidak bisa menghapus program atau melakukan uninstall program. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Jika ada yang kurang jelas, silahkan bertanya melalui kotak komentar. Saya akan berusaha menjawabnya sebatas kemampuan saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/05/mencegah-user-menghapus-atau-uninstall-program.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencegah User Menginstall Program</title>
		<link>http://www.mypc-spot.com/2010/05/mencegah-user-menginstall-program.html</link>
		<comments>http://www.mypc-spot.com/2010/05/mencegah-user-menginstall-program.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 22:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gus Adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Windows XP]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Program]]></category>
		<category><![CDATA[User Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>
		<category><![CDATA[Windows Vista]]></category>
		<category><![CDATA[Windows XP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mypc-spot.com/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak dari Anda yang menggunakan satu komputer untuk beberapa orang, seperti komputer warnet, kantor ataupun sekolah. Kadang-kadang Anda yang merupakan adminstartor komputer tersebut sedikit kesal dengan user lain yang seenaknya menginstall program pada komputer tersebut. Timbul keinginana untuk menonaktifkan fungsi install program pada komputer tersebut. Lalu, bagaimana caranya agar user tidak bisa menginstall program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak dari Anda yang menggunakan satu komputer untuk beberapa orang, seperti komputer warnet, kantor ataupun sekolah. Kadang-kadang Anda yang merupakan adminstartor komputer tersebut sedikit kesal dengan user lain yang seenaknya menginstall program pada komputer tersebut. Timbul keinginana untuk menonaktifkan fungsi install program pada komputer tersebut. Lalu, bagaimana caranya agar user tidak bisa menginstall program pada sebuah komputer?<span id="more-915"></span></p>
<p>Ada sebuah cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah seorang user melakukan instalasi program pada sebuah komputer. Cara tersebuat adalah dengan memblokir Windows Installer atau yang dikenal dengan Microsoft Installer. Executable file dari program ini adalah msiexec.exe. Namun, perlu saya garis bawahi cara ini hanya mampu mencegah user untuk tidak menginstall program yang installernya berekstensi .msi. Jika setupnya mempunyai ekstensi .exe kemungkinan besar masih bisa dijalankan. Tips ini bisa Anda gunakan di Windows XP, Windows Vista maupun Windows 7.</p>
<p>OK. Langsung saja saya bahas cara mencegah user menginstall program pada komputer, satu persatu. Cara yang pertama adalah dengan memblokir program msiexec.exe. Untuk melakukan hal itu, Anda bisa menggunakan cara membatasi akses program pada Windows yang telah saya posting beberapa waktu lalu. Silahkan dibaca dulu tutorial tersebut. Pada langkah kelima (ke-5) masukkan &#8220;msiexec.exe&#8221; (tanpa tanda kutip) kedalam program yang ingin dibatasi. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel <a title="cara membatasi akses program pada Windows" href="http://www.mypc-spot.com/2010/03/membatasi-akses-program-pada-windows_09.html">Cara Membatasi Akses Program pada Windows</a>.</p>
<p>Cara kedua untuk agar user tidak bisa menginstall program adalah dengan memblokir Windows Installer melalui group policy editor. Berikut langkah-langkahnya:</p>
<ol>
<li>Klik Start » Run. Ketik &#8220;gpedit.msc&#8221; (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor.</li>
<li>Pada jendela Group Policy Editor, bukalah Computer Configuration » Administrative Templates » Windows Components » Windows Installer.</li>
<li>Di sisi jendela sebelah kanan, klik dua kali (double click) Disable Windows Installer.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-926" title="Group Policy Editor" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/Group-Policy-Editor.gif" alt="Group Policy Editor" width="550" height="387" /></p>
<li>Pada jendela Disable Windows Installer, pilih opsi Enable kemudian pilih Always pada Disable Windows Installer dropdown box yang disediakan.</li>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-927" title="Disable Windows Installer" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/Disable-Windows-Installer.gif" alt="Disable Windows Installer" width="550" height="504" /></p>
<li>Klik OK untuk menyimpan perubahan dan menutup jendela Setting.</li>
</ol>
<p>Kini cobalah untuk menjalankan installer atau setup program yang berekstensi .msi untuk memeriksa apakah setting bekerja. Jika muncul sebuah dialog seperti gambar di bawah ini, berarti Anda telah sukses memblokir Windows Installer.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-928" title="Dialog windows installer telah diblok" src="http://www.mypc-spot.com/wp-content/uploads/2010/05/dialog-windows-installer-telah-diblok.gif" alt="Dialog windows installer telah diblok" width="382" height="164" /><br />
Namun, jika setup program masih berjalan, coba periksa lagi setting tadi dan pastikan semuanya telah sama dengan tutorial yang saya berikan.</p>
<p>Sekian tips untuk mencegah user melakuakn instalasi program atau memblokir Windows Installer. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mypc-spot.com/2010/05/mencegah-user-menginstall-program.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

